Respons Provokatif Donald Trump
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memberikan pernyataan yang memicu kontroversi di tengah suasana berkabung di Iran. Trump mengeklaim bahwa AS telah memberikan “jeda” selama satu minggu bagi Iran untuk melaksanakan upacara pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Ia melontarkan pernyataan bernada merendahkan dengan menyebut bahwa Iran dalam posisi yang sangat ingin melakukan perdamaian setelah menghadapi gempuran militer dari pihak AS.
Ancaman Balasan IRGC terhadap AS dan Israel
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengeluarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat dan Israel. Para komandan IRGC menegaskan bahwa mereka memantau ketat situasi selama periode pemakaman. Mereka memperingatkan bahwa setiap upaya provokasi, serangan, atau miskalkulasi militer dari pihak AS maupun Israel akan dibalas dengan tindakan tegas dan pembalasan ilahi yang siap dilancarkan kapan saja.
Indonesia Sampaikan Penghormatan Terakhir
Utusan Khusus Pemerintah Indonesia
Pemerintah Indonesia secara resmi mengirimkan perwakilan untuk menghadiri rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran. Presiden Prabowo Subianto mengutus Duta Besar RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat, sebagai representasi pemerintah dalam upacara tersebut. Kehadiran ini merupakan bentuk diplomasi Indonesia dalam menjaga hubungan baik dengan Iran dan memberikan penghormatan terakhir atas wafatnya pemimpin tertinggi tersebut. Pihak Iran disebut memberikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Indonesia dalam prosesi yang dihadiri oleh delegasi dari berbagai negara sahabat tersebut.

