JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi menyambut kedatangan Presiden Belarus Alexander Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta Pusat. Kunjungan kenegaraan ini menandai langkah strategis dalam mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Belarus.
Momen Kehangatan dalam Penyambutan Kenegaraan
Prosesi penyambutan dimulai dengan upacara militer yang khidmat sebagai bentuk penghormatan kepada tamu negara. Dalam suasana yang akrab, Presiden Prabowo Subianto menyambut langsung Presiden Alexander Lukashenko dengan pelukan hangat saat tiba di lingkungan Istana. Salah satu momen yang menarik perhatian publik adalah ketika Presiden Lukashenko berhenti sejenak untuk menyapa anak-anak sekolah dasar yang mengenakan seragam merah putih. Presiden Belarus tersebut menunjukkan sikap hormat dengan menundukkan kepala di hadapan anak-anak yang menyambutnya dengan membawa bendera Indonesia dan Belarus.
Agenda Pertemuan Delegasi dan Kerja Sama Bilateral
Setelah rangkaian upacara penyambutan selesai, kedua kepala negara melanjutkan agenda dengan memperkenalkan jajaran menteri kabinet masing-masing. Indonesia diwakili oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya:
- Sugiono (Menteri Luar Negeri)
- Erlangga Harto (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian)
- Bahlilah Hadalia (Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral)
- Syamsudin (Menteri Pertahanan)
- Prasotetyo Hadi (Menteri Sekretaris Negara)
- Fadli Zon (Menteri Kebudayaan)
- Rosan Perkasa Roslani (Menteri Investasi dan Hilirisasi)
- Tedi Indrawijaya (Sekretaris Kabinet)
- Andi Amran Sulaiman (Menteri Pertanian)
- Gumiwang Karta Sasmita (Menteri Perindustrian)
- Jose Tavares (Duta Besar RI untuk Federasi Rusia dan Belarus)
Sementara itu, delegasi Belarus yang mendampingi Presiden Lukashenko terdiri dari pejabat tinggi negara serta putra beliau, Dimitri Lukasenko dan Nikolai Lukasenko. Agenda kunjungan ini mencakup sesi foto bersama di ruang Kridensil, penandatanganan buku tamu negara, serta diskusi mendalam mengenai hubungan kedua negara.
Fokus Diskusi Empat Mata dan Kerja Sama Masa Depan
Kunjungan ini tidak hanya terbatas pada seremoni penyambutan. Sejumlah agenda penting telah dijadwalkan untuk memperkuat kemitraan kedua negara. Presiden Prabowo dan Presiden Lukashenko dijadwalkan melakukan pertemuan tertutup atau tete-a-tete di ruang kerja presiden untuk membahas isu-isu strategis. Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pertemuan bilateral yang melibatkan delegasi dari kedua negara di ruang oval untuk merumuskan nota kesepahaman (MoU) demi meningkatkan kerja sama di berbagai sektor.

